- Tangan terasa bengkak saat memegang benda dingin.
- Muncul bilur yang terasa gatal pada area kulit yang terpapar udara dingin.
- Bibir dan tenggorokan terasa bengkak saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin.
- Kulit berwarna kemerahan.
Reaksi alergi biasanya paling parah pada saat seluruh tubuh terpapar oleh suhu dingin, seperti pada saat berenang di air dingin. Reaksi yang ditimbulkan dapat berpotensi membahayakan nyawa, seperti pembengkakan pada tenggorokan dan lidah sehingga sulit bernapas, tekanan darah menurun drastis, jantung berdebar, pingsan, serta membengkaknya lengan dan kaki.
Pada umumnya, alergi dingin akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa pekan atau bulan, namun ada juga yang bertahan lebih lama. Jika tenggorokan atau lidah terasa bengkak, merasa pusing, dan sulit bernapas, segera temui dokter.
Penyebab Alergi Dingin (Urtikaria Dingin)
Reaksi alergi dingin terjadi saat pelepasan histamin dan zat kimia lain ke dalam aliran darah yang dipicu oleh cuaca dingin. Beberapa hal diduga menjadi penyebab alergi dingin, termasuk faktor genetika memiliki sel kulit yang terlalu sensitif, virus atau penyakit tertentu. Namun penyebab pasti kenapa tubuh bereaksi demikian terhadap dingin belum diketahui.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena alergi dingin, yaitu:
- Anak-anak dan remaja. Usia ini paling sering terkena alergi dingin dan biasanya membaik dengan sendirinya dalam beberapa tahun.
- Penyakit dasar tertentu. Ada beberapa gangguan kesehatan atau penyakit, seperti kanker atau hepatitis yang meningkatkan risiko terkena alergi dingin.
- Infeksi. Mereka yang baru-baru saja terkena infeksi seperti pneumonia atau radang paru-paru lebih berisiko mengalami alergi dingin.
- Genetika. Ada anak yang mewarisi penyakit ini dari orang tuanya, namun hal ini sangat jarang terjadi.

No comments:
Post a Comment