Normalnya, lower esophageal sphincter (LES) akan mengendur agar makanan bisa masuk ke perut. Namun, pada penderita akalasia, LES tidak mengendur dengan benar. Sehingga makanan menumpuk pada bagian bawah dari kerongkongan atau lebih sering makanan naik kembali. LES sendiri adalah lingkaran otot pada bagian bawah dari kerongkongan yang terbuka secara otomatis saat makanan atau minuman turun ke perut. Dan tertutup dengan sendirinya untuk mencegah asam dan makanan yang ada di perut tidak naik kembali ke kerongkongan.
Kerusakan dan juga hilangnya saraf-saraf pada dinding kerongkongan menjadi penyebab utama terjadinya akalasia. Namun, penyebab dari rusak atau hilangnya saraf-saraf ini masih belum diketahui. Gangguan autoimun, seperti sindrom Sjogren, lupus, atau uveitis, juga bisa dihubungkan dengan munculnya akalasia.
Ada beberapa komplikasi yang bisa dialami penderita akalasia yaitu:
- Regurgitasi. Naiknya asam lambung atau makanan kembali ke kerongkongan.
- Pneumonia, akibat masuknya makanan ke dalam paru-paru.
- Perforasi esofagus. Robeknya dinding kerongkongan.
- Kanker esofagus. Tersumbatnya kerongkongan oleh makanan dalam jumlah banyak yang tidak bisa masuk ke perut, maka risiko terkena kanker esofasgus juga meningkat.

No comments:
Post a Comment