Wednesday, 26 April 2017

Penyebab Dan Gejala Akalasia



Penyebab Dan Gejala Akalasia

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala-gejala utama yang umumnya dirasakan oleh penderita akalasia adalah:

  • Disfagia, adalah kondisi di mana penderita akalasia kesulitan, bahkan sampai kesakitan, ketika menelan makanan atau minuman.
  • Sakit dada, yang biasanya bertambah parah setelah makan.
  • Nyeri pada ulu hati.
  • Muntah yang menetes dari mulut.
  • Berat bedan turun tanpa sebab yang jelas.
Diagnosis Akalasia

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Beberapa hal yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis akalasia adalah:


  • Pencitraan Sinar-X dan Barium. Penderita akan diminta untuk menelan cairan yang mengandung zat kimia barium, sehingga kerongkongan bisa terlihat saat diambil gambar dengan sinar-X. Normalnya diameter kerongkongan terlihat cukup lebar dan barium terlihat lancar memasuki lambung. Tapi tidak demikian pada penderita akalasia.
  • Endoskopi. Instrumen fleksibel disertai kamera di ujungnya akan dimasukkan ke bagian bawah kerongkongan agar dokter bisa memeriksa dinding kerongkongan dan perut.
  • Manometri. Tabung plastik kecil akan dimasukkan ke kerongkongan lewat mulut atau hidung, dan akan merekam aktivitas dan kekuatan kontraksi otot dan memeriksa fungsi kerongkongan. Pada akalasia akan tampak hilangnya kontraksi dan tekanan yang lebih tinggi di bagian akhir kerongkongan. 

No comments:

Post a Comment

Penyebab Dan Pengobatan Autisme

Autisme atau  Autism Spectrum Disorder   (ASD)  adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, inte...